Desa Cibuluh Suguhkan Kaulinan dan Seni Tradisi Kepada Pengunjung | Kompepar Subang | Yu Ulin ka Subang

Desa Cibuluh Suguhkan Kaulinan dan Seni Tradisi Kepada Pengunjung

Desa Cibuluh Suguhkan Kaulinan dan Seni Tradisi Kepada Pengunjung

Pada saat liburan lebaran, hampir diseluruh obyek wisata di Kabupaten Subang dipenuhi para pengunjung, baik wisatawan didalam maupun luar kota Subang. Seperti halnya Desa Wisata (Dewi) Cibuluh, masih ramai dikunjungi wisatawan dari pagi hingga sore hari bahkan ada sejumlah keluarga yang sengaja bermalam di home stay yang disediakan oleh pengelola Dewi.

Selain disuguhkan pesona alam yang asri, para wisatawanpun disuguhkan tradisi yang dilaksanakan setiap tahun di Sungai Cileat Kampung Ciseupan, yakni pukul bantal diatas sungai yang pesertanya sedikitnya dua orang menggunakan plastik berisikan bantal hingga salah seorang diantara mereka jatuh keair, baru disebut kalah. Pemandangan tersebut tentunya sangat asing bagi wisatawan yang berada diperkotaan, memberikan pesan dan kenangan yang menakjubkan. Karena pukul bantal tersebut juga diiringi musik tradisional gamelan sunda kreatifitas para nonoman dan orang tua setempat.

Menurut Kades Cibuluh, Saiful Zaman, kegiatan aksi permainan pukul bantal sudah menjadi rutinitas warga setempat setiap tahunnya yang dilaksanakan setiap habis lebaran sekitar tanggal 3/4 syawal . Selain sebagai sarana hiburan dan media silaturahim juga merupakan salah satu upaya mencoba mendekatkan dan menyadarkan kembali masyarakat akan keberadaan sungai yang kini sudah terkontaminasi limbah. Artinya melalui acara tersebut juga bisa menghibur para wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Cibuluh.

“Dulu di lokasi itu tempat saya bermain waktu kecil, kali ini bisa dibudayakan kembali dikenalkan kepada anak -anak bahkan para wisatawan yang berkunjung ke Dewi Cibuluh, ” tandasnya. Desa Wisata Cibuluh Menjadi Favorit Berselfie Ria Ditempat yang disajikan di Desa Wisata Cibuluh, dengan pesona alam yang masih asri menjadi daya tarik paling istimewa bagi para wisatawan untuk menjadi pilihan untuk dikunjungi terutama sampai H+3 Idul Fitri mayoritas yang berkunjung ke salah satu destinasi, Saung Mulan para Nonoman (Pemuda).

Perlu diketahui, jika kalian ke Desa Wisata Cibuluh bisa berkunjung ke sejumlah tempat wisata terkece, mulai dari wisata sejarah di Ciseupan Monumen Perjuangan, wisata edukasi di Kampung Bolang dengan menyajikan kaulinan budaknya (Permainan anak) zaman dahulu, Saung Mulan yang menyempurnakan pemandangan alam yang masih asri dengan hamparan hijau sawah dan pegunungan. Belum lagi, wisata Kuliner.

Disini kalian bisa menyantap makanan dan minuman khas zaman dahulu yang lekat dengan hidangan orang pedesaan yaitu mulai dari seupan jagong, kulub hui, kacang rebus, hingga minuman lahang, bajigur, dan bandrek. Untuk paket makan besar, pengelolapun menyiapkan paket kumplit sesuai pesanan mulai dari Nasi timbel, ikan asin, sambal, dan lalaban. Pokoknya Desa Wisata Cibuluh (DWC), cocok sekali buat kalian foto-foto maupun berselfie ria bersama keluarga, sahabat, ataupun komunitas anda.

Saat dikonfirmasi via telepon Pengelola Desa wisata Cibuluh Udan Karyawan, menuturkan sejak hari pertama wisatawan dari berbagai daerah didalam maupun luar kota Subang mulai berdatangan ke Desa wisata Cibuluh. Kunjungan wisatawan terpusat ke tiga titik tempat, mulai dari Ciseupan, Cibuluh, dan Bolang. Jika dirata-ratakan, kata Udan, setiap harinya pengunjung ke tiga tempat ini bisa mencapai 500 orang lebih. Mereka datang bersama keluarga, teman, dan berbagai komunitas.

“Dari hari pertama lebaran, jumlah pengunjung yang datang kesini sangat memludak dari dalam maupun luar kota Subang, ” kata Udan. Bagi anda yang hendak bermalam di Desa Wisata Cibuluhpun sangatlah bisa, Udan dan pengelola lainnya bersama Pemerintahan Desa Setempat, telah menyiapkan sedikitnya 8 Home Stay untuk wisatawan yang hendak menginap dan lebih lama di Desa Wisata Cibuluh.

“Ya betul sekali, home stay telah tersedia bagi wisatawan yang ingin bermalam di Cibuluh terutama di Saung Mulan. Malam ini, kemarin Selasa (26/6), ada tiga keluarga di Cibuluh, ” paparnya. Untuk para pengunjung kata Udan, sejauh ini tidak diberlakukan tiket masuk alias gratis. Hanya dipungut parkir Rp. 2000.

“Kami masih terus berbenah tiket masuk, tarif tiket akan mulai di terapkan nanti setelah semua destinasi DWC berjalan. Agar tiket satu pintu untuk mengunjungi semua destinasi. Tahun ini kami masih butuh promosi agar pengunjung mempunyai image baik terhadap Desa Wisata Cibuluh. Bukan kami tidak butuh dengan hasil tiket, tetapi kami harus menyiapkan segalanya agar nanti kedepan bisa berjalan dengan baik,” Tandasnya. (Galih Andika)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *