Hong Subang Terbangkan Balon Sarung di Amsterdam | Kompepar Subang | Yu Ulin ka Subang

Hong Subang Terbangkan Balon Sarung di Amsterdam

Hong Subang Terbangkan Balon Sarung di Amsterdam

AMSTERDAM, – Perpaduan aksi permainan, dan tari tradisional, diiringi lagu Indonesia yang ditampilkan Sanggar Budaya Bolang/Komunitas Hong Bolang di acara Utrech Indonesia Day (UID) 2017,  membuat suasana Zimihc Theater Stefanus, Utrecht Belanda jadi semarak. Komunitas dari Kabupaten Subang ini tampil Minggu, 10 September 2017 waktu setempat.

Penampilannya disambut antusias ratusan pengunjung dari berbagai kalangan usia, mulai anak-anak hingga dewasa. Mereka yang hadir merupakan pelajar Indonesia, keluarga Indonesia yang tinggal di Belanda, warga keturunan Indonesia, dan warga asli Belanda.

Acara tahunan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Utrecht ini dibuka Duta Besar RI di Belanda (The Ambassador of The Republic of Indonesia to the kingdom of The Netherrlands), H.E. I. Gusti Agung Wesaka ditandai dengan memukul gong. Setiap pengunjung yang hadir dikenakan tiket 3 Euro, mereka bisa menyaksikan berbagai pertunjukan dan bazzar makanan.

Sanggar Budaya Bolang Subang/Komunitas Hong Subang didukung Hong Kabupaten Bandung ini menampilkan kreasi tarian dan permainan sebagai pembuka, sebelum mereka memberikan workshop. Diawali permainan babalonan menggunakan sarung, dilanjutkan kolaborasi tari kecak, dan rakyat. Di sela-sela penampilan, “Abah” Hendra Sastradinata yang memandu acara mengenalkan Zaini Alif sebagai pendiri komunitas Hong. Kemudian menyampaikan uraian singkat perjalanan dan aktifitas Komunitas HONG. Fokusnya, mengumpulkan dan menggali mainan dan permainan tradisional Nusantara, khususnya Jawa Barat. “Hingga kini kami sudah mengumpulkan 2.600 mainan dan permainan,” ujar Abah.

Sesi perkenalan ditutup komunitas Hong dengan permainan salam Sabrang level I dan II. Penyajiannya interaktif melibatkan para penonton yang hadir, mereka ikut bermain.

Setelah itu, istirahat para pengunjung disilahkan belanja di arena bazaar food yang menyajikan beragam makanan khas Indonesia, dijual “lapak”. Misalnya, pempek, nasi padang, soto makasar, jajanan pasar, dan suvenir serba Indonesia.

Seusai jeda istirahat, Sanggar Budaya Bolang/ Komunitas Hong Bolang  kembali tampil dihadapan ratusan pengunjung. Sebelum mengisi workshop, mereka menghangatkan suasana dengan salam sabrang level III dimainkan interaktif. Bedanya level ini, dimainkan tiga orang dengan gerakan lebih rumit. Pengunjung yang hadir antusias ikut permainan. 

Saat suasana sudah “mencair”, Workshop pun dimulai. Semua yang hadir diajak membuat mainan keris menggunakan bahan janur (daun kelapa muda) yang dibawa langsung dari Indonesia. Setelah semua peserta selesai, disajikan peragaan bertarung keris itu disajikan kocak.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *