Tuak Aren di Desa Wisata Cibeusi | Kompepar Subang | Yu Ulin ka Subang

Tuak Aren di Desa Wisata Cibeusi

Tuak Aren di Desa Wisata Cibeusi

Desa Wisata Cibeusi bukan hanya terkenal dengan beras hitamnya saja tapi gula arenpun salah satu hasil alam lainnya yang di olah oleh para petani tuak aren. Warga setempat memanfaatkan pohon aren (kawung) dalam bahasa Sunda sebagai mata pencaharian tiap hari. Berangkat pagi atau sore dengan cara pertukaran lodong.

Bila sore berangkat hanya untuk menyimpan lodong yang kosong ke atas pohon aren, dan pagi hari baru bisa diambil dengan berisikan air tuak yang sudah tertampung. Air tuak yang sudah didapat dibawa pulang untuk dijadikan gula dengan beberapa proses pematangan, dengan peralatan radisional yang tersedia dan terbuat semua dari bambu.

Lodong yang sudah terisi air tuak aren itu setelah turun dari pohon dan dibawa ke rumah untuk dibikin gula, kadang suka tidak sampai ke pemerosesan gula karena suka ada diperjalanan yang membeli air tuak tersebut dengan sengaja.

“air tuak ini kadang belum nyampe ke rumah , suka ada yang beli di jalan untuk langsung diminum” kata wawan salah seorang pengrajin air tuak.

Minum air tuak aren langsung ternyata mengandung khasiat yang luar biasa, yaitu menambah stamina dan menghilangan rasa cape selain rasa segar yang alami.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *